Cara Gampang Validasi Topik atau Judul Blog, Ikuti 4 Cara Ini
Coba bayangin begini kamu lagi semangat banget mau nulis artikel. Ide tiba-tiba muncul di kepala, langsung deh jari-jari ngetik tanpa mikir panjang.
Tapi setelah dipublikasikan… sepi. Nggak ada yang baca, nggak ada yang nyari. Padahal tulisannya udah kamu bikin niat banget.
Masalahnya sederhana: kamu belum validasi ide blogmu.
Sebelum nulis, cek dulu emang ada yang nyari topik itu di Google?
Caranya gampang banget. Buka Google, lihat saran pencarian (autocomplete) . Habis itu, intip artikel-artikel yang udah muncul di hasil pencarian.
Kalau ternyata banyak orang nulis dan nyari topik serupa, berarti ide kamu punya pasar. Tapi kalau nggak ada yang nyari, ya mungkin lebih baik cari topik lain yang lebih diminati dan belum terlalu ramai pesaing.
Kuncinya: jangan asal nulis, tapi nulis yang dicari orang.
Kenapa Validasi Ide Topik atau Judul Itu Penting
Kamu udah nulis panjang-panjang, bikin banyak artikel, tapi hasilnya nggak seperti yang kamu harapin?
Trafik nggak naik, pengunjung sepi, dan rasanya kayak semua kerja kerasmu nggak ada hasilnya.
Tenang, kamu nggak sendirian. Hampir semua blogger pemula pernah ngerasain hal yang sama termasuk aku.
Masalahnya sering bukan di tulisanmu tapi di topik bahasa kamu. Kamu mungkin nulis topik yang kamu suka, tapi belum tentu itu topik yang orang cari di Google.
Seperti kamu mancing di kolam tapi di kolamnya gak ada ikan sama sekali.
Jadi gimana kalau gitu? Di sinilah pentingnya validasi ide topik.
Validasi itu kayak kompas buat blogger. Sebelum kamu melangkah jauh, kamu pastikan dulu jalan yang kamu pilih memang menuju tempat yang ramai bukan jalan sepi.
Tanpa validasi, kamu cuma menebak-nebak. Kamu pikir orang bakal suka topik A, padahal ternyata yang mereka cari justru topik B. Akhirnya kamu capek nulis tapi gak ada yang baca.
Aku suka menggunakan ilustrasi, sebagai blogger kalau kita mau tulisan kita dibaca orang kita harus punya kemampuan untuk 'menghidu' apa yang sedang dicari oleh pembaca kita.
Disinilah proses validasi diperlukan. Gampang kan?
Dengan validasi, kamu bisa tahu apakah ada orang yang mencari topik yang akan kamu tulis.
Kalau hal itu bisa kamu jawab, kamu nggak lagi nulis “berdasarkan feeling”, tapi nulis berdasarkan data.
Langkah Gampang Validasi Topik atau Judul Blog
Sekarang kamu udah tahu kenapa validasi itu penting, waktunya belajar caranya.
Dan tenang aja kamu nggak perlu jadi ahli SEO atau pakai tools mahal buat melakukannya.
Kalau kamu punya akses ke Google, kamu udah bisa validasi ide blogmu sendiri dalam waktu kurang dari 5 menit.
Mari kita mula.
1. Cek di Google Autocomplete
Buka Google, lalu ketik ide blog kamu di kolom pencarian. Misalnya kamu mau nulis tentang “cara membuat blog.”
Begitu kamu ketik, perhatikan apa yang muncul di bawah kolom pencarian itu yang disebut autocomplete.
Kalau muncul saran seperti cara membuat blog age dan lain lain yang terkait itu artinya… topikmu dicari orang.
Autocomplete bukan sekadar fitur bantu ngetik itu adalah data dari Google yang menunjukkan apa yang sering dicari pengguna.
Kalau nggak muncul saran sama sekali, mungkin topikmu terlalu sempit atau belum ada yang nyari.
Gampang kan? yuk lanjut.
2. Lihat “Penelusuran yang Terkait” di Bawah Halaman Google
Setelah kamu tekan Enter, gulir ke bagian paling bawah halaman hasil pencarian.
Kamu akan lihat bagian bertuliskan “Penelusuran yang terkait dengan…”
Nah, itu adalah kumpulan kata kunci lain yang sering digunakan orang dengan maksud yang mirip.
Contoh: kalau kamu cari “cara membuat blog gratis”, kamu bisa nemu saran seperti:
- cara membuat blog pribadi
- cara membuat blog di WordPress
- cara membuat blog yang menghasilkan uang
Kata-kata ini bisa kamu jadikan ide tambahan untuk artikel berikutnya.
Jadi, dari satu ide aja, kamu bisa dapat 3–5 ide baru yang udah terbukti punya pencarian.
3. Analisis 3–5 Artikel Teratas di Google
Sekarang coba ketik keyword utama kamu di Google, lalu buka 3 sampai 5 artikel teratas yang muncul. Baca artikel tersebut dengan seksama apakah isi artikelnya itu mirip dengan artikel yang akan kamu tulis. Jika sama artinya topik atau keyword yang akan kamu gunakan itu ada pembaca, jadi lampu hijau.
Kalau kamu masih bingung tujuan ngeblog apa kamu bisa baca artikel ini, Ngeblog Tapi Nggak Tahu Tujuannya Apa? Yuk, Temukan Alasan Sejatimu Nulis!
Kesimpulan
Kalau dipikir-pikir, ngeblog itu mirip banget kayak ngobrol. Kamu bisa ngomong sepanjang malam, tapi kalau nggak ada yang dengerin, ya capek sendiri. Begitu juga dengan artikel sebagus apa pun tulisanmu, tetap butuh pendengar, atau dalam hal ini pembaca.
Makanya, sebelum nulis, sempatin waktu sebentar buat validasi ide. Cek dulu apakah topikmu atau judul artikel mu dicari orang, siapa yang udah nulis, dan seberapa besar peluang kamu buat ikut nimbrung di percakapan itu. Nggak butuh alat mahal, cukup Google dan rasa penasaran.
Kalau kamu mulai biasain langkah ini, kamu nggak cuma nulis berdasarkan feeling, tapi nulis berdasarkan data. Hasilnya? Tulisanmu lebih tepat sasaran, blogmu lebih cepat berkembang, dan kamu akhirnya bisa ngerasain hasil dari kerja keras yang selama ini kamu perjuangkan.

Posting Komentar