Ngeblog Tapi Nggak Tahu Tujuannya Apa? Yuk, Temukan Alasan Sejatimu Nulis!
Pernah gak kamu kepikiran untuk apa sih aku ngeblog? Kamu mulai dengan semangat tapi di tengah-tengah kamu baru kepikiran tentang hal tersebut.
Kamu tidak sendirian. Banyak orang, termasuk saya mengalami hal yang sama.
Salah satu alasan mendasar mengapa kamu ngerasa itu karna kamu belum punya tujuan yang kuat kamu ngeblog untuk apa.
Jujur saya peribadi dulu tahun 2012 mulai ngeblog karna terinsipirasi dengan temen-temen blogger yang bisa dapat cuan dari Google Adsense, apalagi di waktu itu orang masih menggunakan PBN (private blog network) asli penghasilan mereka ada yang mencapai milyar per bulan.
Jadi bisa dibilang aku mulai ngeblog dulu karna terinspirasi.
Banyak orang memulai blog dengan semangat tinggi: ingin berbagi, ingin dikenal, atau ingin mendapatkan penghasilan dari internet. Namun seiring waktu, semangat itu perlahan memudar. Artikel mulai jarang ditulis, ide terasa habis, dan akhirnya blog terbengkalai.
Pada artikel kali ini aku pengen sharing ke kamu gimana sih cara menemukan alasan agar kamu tetap terus ngeblog di waktu waktu kamu gak semangat.
Berikut beberapa langkah sederhana yang aku harap bisa membantumu menemukan alasanmu untuk blogging:
Langkah 1: Refleksikan alasan pertama kamu menulis blog
Ingat kembali saat pertama kali kamu membuat blog.
Apa yang membuatmu tertarik? Siapa yang jadi inspirasi kamu?
Apakah kamu ingin berbagi pengalaman, membantu orang lain, atau mencari penghasilan tambahan? Alasan awal ini sering kali menyimpan petunjuk penting tentang nilai yang sebenarnya kamu kejar.
Kalau dari perjalanan aku ngeblog, alasan pertama aku blogging adalah karna terinspirasi dari temen-temen blogger yang bisa gajian rutin dari Google Adsense di waktu itu.
Beranjak dari sana beberapa waktu aku kemudiannya mendapatkan komisi dari jualan affiliasi produk digital itu sangat memberikan kesan kepada aku.
Enak juga di waktu sebagai mahasiswa udah bisa dapat uang. Di titik itu buat aku percaya kalau dapat uang dari blogging itu possible.
Langkah 2: Tanyakan pada diri sendiri, Siapa yang ingin aku bantu melalui tulisanku?
Blog yang bermakna selalu ditulis untuk seseorang. Coba pikirkan, siapa pembaca yang mau membaca blogmu?
Mungkin blogger pemula yang ingin belajar menulis, pekerja sibuk yang mencari cara mendapatkan penghasilan tambahan, atau orang yang ingin memahami SEO dengan cara yang sederhana.
Kalau untuk blog ini yang sedang kamu baca pembaca yang aku incar adalah:
Seorang blogger pekerja pabrik berusia 32 tahun yang bekerja shift panjang ingin menjadikan blognya sebagai sumber penghasilan tambahan. Ia sudah lama menulis, membeli domain, dan mencoba AdSense, tetapi belum pernah berhasil menghasilkan uang.
Dengan penghasilan terbatas, ia mencari cara praktis dan tanpa modal besar untuk membuktikan bahwa blogging masih bisa memberi hasil nyata. Meski sering gagal, kurang waktu, dan bingung dengan banyak panduan yang saling bertentangan, ia tetap ingin membangun blog yang menghasilkan trafik organik, memberi pendapatan pertama, dan menjadi aset digital jangka panjang yang bisa menambah keuangan keluarga.
Dari pengalaman aku akan lebih mudah di bagian penulisan kalau kamu bener-bener kenal siapa pembaca yang kamu incar kek kamu bisa tahu secara natural gimana ya aku tulisnya agar si pembaca ini bisa ngerti.
Langkah 3: Cari tahu momen seperti apa yang buat kamu semangat untuk nulis
Perhatikan momen ketika kamu merasa paling bersemangat saat menulis. Apakah ketika kamu berhasil menjelaskan sesuatu dengan jelas? Saat ada pembaca yang berterima kasih karena terbantu oleh tulisanmu?
Dari sini, kamu akan menemukan nilai yang ingin kamu hadirkan melalui blogmu.
Jujur aku paling ngerasa puas dalam blogging ketika dapat menyalurkan apa yang aku tahu dalam bentuk tulisan. Apalagi ketika ada yang komen berterima kasih di bagian komentar. (tulisan online aku dibaca orang piye senang aku hahaha)
Langkah 4: Tuliskan dan tempel di dinding alasan kamu nulis
Supaya kamu sentiasa termotivasi untuk ngeblog tuliskan dan tempelkan di dinding atau di meja kerja kamu alasan kuat kenapa kamu blogging.
Kalau aku biasanya akan tulis seperti ini.
Kenapa aku ngeblog:
- Karna aku suka nulis
- Karna dari ngeblog aku mau dapat cuan nantinya aku bisa investasikan (ini yang paling aku suka)
- Karna aku mau bangun aset digital untuk masa depan
- Biar bisa dapat cuan dari Adsense tiap hari walaupun ketika aku sedang tidur
Kira-kira seperti itu aku print dalam ukuran kecil dan aku tempat kan di meja laptop yang aku bisa liat tiap waktu.
Percaya deh ini sangat menolong, coba praktikkan dan rasakan manfaatnya.
Kalau kamu masih bingung mengenai pemilihan niche coba deh baca di artikel Pilih Blog 1 Niche atau Gado-Gado, Mana yang Menguntungkan ini.
Kesimpulan
Akhir kata, ingatlah bosan, ngerasa down ketika ngeblog itu adalah hal yang wajar kamu rasai. Itu tandanya kamu butuh nge rem, beristirahat sejenak untuk relaks.
Ambil waktu untuk refreshing cari kegiatan lain main sama keluarga atau jalan jalan. Bosan, ngerasa down adalah bagian daripada perjalanan bukan musuh dalam blogging. Semoga tulisan ini dapat bagi insight bagi kamu.
Semangat!

Posting Komentar